Maret, PPOB PLN Berlaku Nasional

Seluruh Loket Konvesional Ditutup

MAKASSAR,UPEKS— Mulai 1 Maret 2011, PLN akan menerapkan sistem P2APST (Pengelolaan Pengawasan Arus Pendapatan secara Terpusat).
Dengan demikian, pelanggan akan semakin mudah dalam membayar tagihan listrik. Pelanggan dapat membayar di loket-loket maupun delivery channel bank (ATM/SMS/internet) yang disediakan 42 bank ditambah PT Pos seluruh Indonesia.

Ini dilakukan dalam rangka memberikan kemudahan bagi pelanggan.
Untuk itu, PLN telah kerjasama Bank-Bank dan PT Pos melalui sistem PPOB.
Dengan sistem PPOB, pelanggan tak perlu antri di satu loket, tapi dapat membayar di mana saja, kapan saja (siang/malam,hari kerja/hari libur). Bahkan dengan menggunakan delivery channel bank seperti ATM bank Bukopin, BRI,dan Bank Panin.

General Manager PT PLN Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (Sultanbatara), Ahmad Siang di Makassar, Jumat (25/2) menyebutkan, terdapat 100 loket pembayaran PLN yang ditutup sejak pembayaran rekening listrik dikerjasamakan pihak perbankan.
“Ada sekitar 100 loket konvensional yang kontraknya telah selesai. Pemutusan itu sejak PLN menggandeng perbankan melakukan pembayaran listrik,” Kata Ahmad Siang.
Dia menjelaskan, pihaknya tidak berwenang menjalin kemitraan dengan koperasi usaha loket pembayaran listrik karena sistem transaksi listrik sudah ditangani perbankan.
Saat ini, lanjut dia ada 10 bank di wilayah kami dari 42 total Bank yang telah digandeng PLN di seluruh Indonesia seperti Bukopin, Mandiri, BNI, BRI dan sejumlah bank lainnya yang telah menjadi mitra PLN.
“Bagi koperasi loket pembayaran listrik yang pernah menjadi mitra PLN, bisa mengajukan permohonan kerjasama ke pihak perbankan,” kata dia.

Mulai 28 Februari – 1 Maret 2011, dia menegaskan pihaknya akan menutup sementara seluruh transaksi pembayaran listrik di wilayah Sultanbatara, menyusul dilakukannya peralihan sistem pembayaran dari loket konvensional ke jaringan pembayaran online perbankan.
Penutupan loket rekening listrik PLN ini dilakukan, kata dia sekaitan adanya peralihan sistem transaksi dari PPOB (Payment Point Online Bank) regional menjadi PPOB nasional.
“Selama penutupan ini, pelanggan tidak akan dikenakan denda keterlambatan pembayaran. Sebaiknya pelanggan tidak terlambat membayar karena waktunya cukup panjang mulai tanggal 1 – 20,”
kata dia.

Related Posts by Categories



0 comments:

Post a Comment

Silahkan komentar atau bertanya dengan Bijak, Jangan melakukan Spam, Setiap komentar yang berbentuk Spam atau Berbau SARA akan kami hapus, terima Kasih atas komentar dan kunjungannya.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by WordPress | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger | Hosted by Syaka Travel